

Semarang — Memasuki dunia perguruan tinggi menjadi awal perjalanan baru bagi mahasiswa. Bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan, tetapi juga tentang membangun pengalaman, mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, dan berani merancang masa depan. Acara ini diadakan oleh BEM KM Unnes pada tanggal 11 September 2026.
Pesan tersebut disampaikan Agus Sugiharto, Founder Goolin Indonesia, saat memberikan motivasi kepada mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam rangkaian kegiatan berbagi mengenai peluang dan persiapan meraih beasiswa.
Di hadapan mahasiswa baru, Agus mengajak generasi muda untuk mulai memikirkan peluang beasiswa sejak awal memasuki perguruan tinggi. Menurutnya, mahasiswa tidak perlu menunggu hingga semester akhir untuk mulai membangun rekam jejak dan mempersiapkan diri.
“Mahasiswa baru jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan nilai yang baik. Mulailah membangun diri sejak sekarang. Aktif dalam organisasi, mengikuti kegiatan, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, membangun pengalaman, dan berani mencari informasi tentang beasiswa,” ujar Agus.
Ia menekankan bahwa beasiswa bukan sekadar persoalan mendapatkan bantuan biaya pendidikan. Lebih dari itu, beasiswa merupakan kesempatan untuk berkembang dan membuka pintu menuju pengalaman akademik, profesional, serta jejaring yang lebih luas.
Agus juga mengingatkan mahasiswa agar tidak merasa minder ketika melihat banyaknya persyaratan dan tingginya persaingan dalam program beasiswa.
“Jangan mengatakan ‘saya tidak mungkin mendapatkan beasiswa’ sebelum mencoba. Persaingan memang ada, tetapi yang tidak mencoba sudah pasti tidak mendapatkan kesempatan,” tegasnya.
Dalam sesi motivasi tersebut, Agus membagikan sejumlah hal yang perlu mulai dipersiapkan mahasiswa sejak semester awal, antara lain prestasi akademik, pengalaman organisasi, kegiatan sosial, kemampuan komunikasi, kemampuan bahasa Inggris, curriculum vitae, serta kemampuan menulis esai dan motivation letter.
Menurut Agus, mahasiswa baru memiliki keunggulan berupa waktu yang panjang untuk mempersiapkan diri. Empat tahun masa kuliah, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk membangun portofolio secara bertahap sehingga ketika kesempatan beasiswa datang, mahasiswa sudah dalam kondisi siap.
Sebagai Founder Goolin Indonesia, Agus juga menyoroti pentingnya kemampuan bahasa Inggris bagi mahasiswa yang ingin memperluas peluang pendidikan.
Penguasaan bahasa Inggris, menurutnya, dapat membantu mahasiswa mengakses berbagai sumber pengetahuan internasional, membaca literatur akademik, mengikuti forum internasional, membangun jejaring, hingga mempersiapkan diri untuk berbagai program beasiswa dan kesempatan akademik di tingkat global.
“Bahasa Inggris bukan sekadar mata pelajaran. Bahasa Inggris adalah salah satu alat untuk membuka akses. Semakin baik kemampuan kita berkomunikasi, semakin luas pula peluang yang dapat kita jangkau,” jelasnya.
Agus juga mendorong mahasiswa untuk membangun kebiasaan belajar dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sejak dini.
Di akhir sesi, Agus menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru UNNES agar tidak menjadikan beasiswa sebagai tujuan akhir.
Menurutnya, kesempatan memperoleh beasiswa harus diikuti dengan tanggung jawab untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi.
“Beasiswa adalah pintu kesempatan. Ketika pintu itu terbuka, gunakan kesempatan tersebut untuk menjadi pribadi yang lebih baik, membangun kompetensi, dan suatu saat memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa baru UNNES dalam menjalani perjalanan akademiknya. Mereka tidak hanya diharapkan menjadi mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi generasi yang berani bermimpi, siap berkompetisi, dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.
Kehadiran Agus Sugiharto dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat untuk mendorong mahasiswa agar tidak takut memiliki cita-cita besar.
Karena perjalanan meraih beasiswa tidak dimulai ketika formulir pendaftaran dibuka, tetapi dimulai sejak seseorang memutuskan untuk mempersiapkan dirinya.
No responses yet